Pelecehan Seksual Di Dalam Transportasi Umum

Pelecehan Seksual Di Dalam Transportasi Umum

Kasus pelecehan seksual di transportasi umum memanglah sering kali terjadi berulang kali. kerap sekali golongan wanitalah yang menjadi korbannya. Para pelaku pelecehan ini pun umumnya menggerakkan aksinya pada orang yang berdiri atau duduk berdekatan dengannya didalam transportasi umum.

Modus pelaku ini kerap sekali mengambil kesempatan di tengah-tengah padatnya penumpang serta keadaan jalanan yg tidak stabil jadi kerap bergoyang-goyang. Mereka rela dan suka berdiri sempit-sempitan agar aksinya dapat di jalankan.

Banyak korban pelecehan cuma dapat berteriak meminta tolong jika peristiwa tidak senonoh ini menerpa mereka. Tapi saat ini, di jaman yang makin berkembang ini, selain meminta tolong terharap orang yang lain, banyak juga korban pelecehan mulai kerap merekam tingkah laku serta muka sang pelaku. Seperti dalam siaran video singkat di bawah ini.

Dalam video yang diupload account Facebook Alisto pada 23 Maret 2018, tampak bagaimana sang pelaku ini melakukan pelecehan seksual itu pada seorang wanita. Video tersebut di ambil oleh seseorang netizen asal Filipina.

Saat itu, tampak seseorang wanita yang kenakan rok pendek tengah duduk di satu buah transportasi umum. Di sebelahnya, duduk seseorang pria paruh baya yang kelihatannya tengah berpura-pura tertidur.

Walaupun terlihat tertidur, tangan pria ini nyatanya tidak diam. Tangannya bergerak berusaha untuk menyentuh sisi kaki wanita di sampingnya. Berkali-kali wanita itu terlihat mendorong tangan pria itu buat menjauhi kakinya.

Tidak lama video itu tersebar, video tersebut langsung viral didunia maya serta memperoleh kecaman banyak orang. Sejak di posting, video ini telah diliat oleh lebih dari 700 ribu orang dengan beberapa ribu reaksi dari banyak warganet.

Jadi, untuk kalian yang kerap memakai transportasi umum, mesti tetaplah berhati-hati serta waspada ya. Janganlah sampai lengah, karena kejahatan bisa muncul bila ada kesempatan. Jadi tetaplah siaga ya..

Street Harassment

‘Yung eksenang kunwari tulog ang katabi mo sa bus pero iyon pala ay pasimple na palang “dumadamoves” sa iyo! Lagi po sana tayong maging Alisto, mga Kapuso!

Dikirim oleh Alisto pada 23 Maret 2018

Video Viral Kekerasan Polisi Aniaya Juniornya di Gorontalo

Video Viral Kekerasan Polisi Aniaya Juniornya di Gorontalo

Warga Gorontalo kembali digemparkan dengan beredarnya video kekerasan yang dilakukan oleh oknum polisi senior pada juniornya.

Video tersebut memperlihatkan bagaimana oknum polisi senior menampar serta menendang sebagian juniornya sampai kesakitan. Atas Masalah kekerasan ini Bid Propam Polda Gorontalo menyelediki terkait video yang beredar.

Dalam video tersebut, tampak dengan terang bagaimana tindakan seseorang yang disangka anggota polisi yang berbaju preman. sebagai pelaku yang melakukan penganiayaan lewat cara menampar berkali-kali muka beberapa anggota polisi lain yang masih jadi juniornya.

Ironisnya, tanpa ada belas kasihan lihat keadaan juniornya yang meringis kesakitan, anggota senior ini kembali melayang-layangkan sepakan ke sisi perut hingga sang junior sampai terjatuh. Dalam video yang sama dipertunjukkan, tindakan kekerasan juga dikerjakan pada sebagian anggota junior yang lain yang terlihat berbaris pada dinding kamar.

Masalah ini mencuat sesudah korban atas nama Bripda IY, memberikan laporan peristiwa yang menimpanya itu ke Sentra Service Kepolisian Terpadu Polda Gorontalo, pada Minggu, 25 Maret 2018, tempo hari.

Dari laporan itu terungkap peristiwa kekerasan yang menerpa korban serta sebagian rekanannya sesama enam bintara baru, berlangsung pada Sabtu, 24 Maret 2018, jam 19. 00 Wita. Momen itu berlangsung waktu mereka tengah membuat acara syukuran dirumah korban.

Namun lebih kurang jam 21. 00 Wita, korban dijemput oleh Bripda HM, lantas dibawa ke tempat tinggal seniornya atas nama Bripda ST, anggota Dit Sabhara Polda Gorontalo. Saat tersebut tindakan kekerasan itu berlangsung.

Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Wahyu Tri Cahyono, membetulkan kalau sang tersangka pelaku yang menganiaya dan korban keduanya adalah anggota Polda Gorontalo. Menurut dia sekarang masalah ini tengah di tangani oleh Ditpropam Polda Gorontalo.

Menurut Wahyu, Kapolda Gorontalo, Brigjen Racmat Fudail, telah memerintahkan supaya beberapa pelaku atau pelaku lainnya yang ikut serta dalam kekerasan ini, untuk di proses juga sesuai dengan hukum yang berlaku. Beberapa pelaku akan di proses terkait pidana penganiayaan dan terancam sangsi disiplin.

Wahyu menyanggah apabila tindakan kekerasan itu dikatakan sebagai kebiasaan yang telah umum dikerjakan oleh anggota polri. “Itu yaitu perilaku pribadi yang dikerjakan oleh oknum anggota Polri pada sebagian anggota juniornya. Yang pasti hal semacam ini telah dikerjakan penindakan sesuai sama ketetapan yang berlaku, ” kata Wahyu, waktu didapati di kantornya, Senin (26/3/2018).

Sampai berita ini di turunkan, baik pelaku ataupun korban telah di mintai info oleh pihak Bidpropam Polda Gorontalo. Akan tetapi belumlah ada satu juga pelaku yang ditahan.

Polri Copot Kapolres Banggai Usai Pembubaran Paksa Ngaji

Polri Copot Kapolres Banggai Usai Pembubaran Paksa Ngaji

Polri ambil langkah tegas perihal masalah pembubaran paksa pengajian ibu-ibu di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. mulai hari ini,Di karenakan salah menggunakan wewenangnya Kapolres Banggai AKBP Heru Pramukarno dicopot dari jabatannya.

” Hari ini saya memperoleh informasi dari Asisten SDM, kapolresnya dicopot guna melakukan pemeriksaan selanjutnya oleh paminal propram, ” ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto sewaktu di Perpusnas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (24/3/2018).

Setyo menjelaskan, pencopotan itu dilaksanakan sehabis penyidik Paminal Propam Polri temukan adanya tanda-tanda pelanggaran dalam pembubaran massa selagi mengawal eksekusi lahan di Luwuk, Banggai beberapa hari yang lalu.

Cuma saja, Setyo malas menjelaskan apa yang dilanggar polisi saat itu. ” Telah ada tanda-tanda (pelanggaran). Tidak sesuai sama prosedur yang dilaksanakan. Ada banyak hal, ” ucap dia.

Jenderal bintang dua itu menerangkan, Polri mempunyai prosedur tetaplah dalam rencana membubarkan massa. Pembubaran massa terlebih dahulu mesti dilaksanakan dengan persuasif dengan mengutamakan dialog.

” Kita mempunyai SOP dikala membubarkan, pertama ada negosiasi dahulu. Setelah negosiasi kita melaksanakan pendekatan-pendekatan dengan humanis, ” kata Setyo.

Bukan itu saja, Polri juga tidak bisa memakai gas air mata dengan asal-asalan utk membubarkan massa. Alat itu cuma dapat dilaksanakan pada keadaan spesifik.

” Ketika itu tidak dilaksanakan kita tidak bisa segera melaksanakan penembakan gas air mata. Itu ada prosedurnya, ” tegas dia.

Polda Sulawesi Tengah menolak jajarannya sudah melakukan pembubaran paksa pada ibu-ibu pengajian di Luwuk, Kabupaten Banggai. Polda Sulteng mengklaim, pembubaran itu sudah sesuai sama prosedur.

” Semua kan ada hasilnya. Menurut saya, pengamanan serta pengawalan eksekusi itu bukanlah pembubaran paksa, tetapi langkah yang telah sesuai sama prosedur, ” tutur Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hery Murwono lewat info tertulisnya, Sabtu (24/3/2018).

Hery memaparkan, berita pembubaran pengajian yang viral di sosial media itu terkait dengan eksekusi lahan di Tanjung Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulteng beberapa waktu waktu lalu. Polri, lanjut dia, sudah lakukan mediasi tentang eksekusi lahan itu.

” Ini dengan diawali persiapan, imbauan, arahan, nasehat, serta mediasi dan sikap tingkah laku papar bhs yang sopan santun, tapi tdk dihiraukan serta tersulut pihak yang bisa punya harapan timbulnya masalah, ” kata Hery.

Usaha Kementerian Luar Negeri Dengan Kasus Eksekusi TKI Zaini Misrin

Usaha Kementerian Luar Negeri Dengan Kasus Eksekusi TKI Zaini Misrin

Anggota Komisi I dari Fraksi Nasdem Supiadin Aries Saputra mengapresiasi usaha Kementerian Luar Negeri dengan kasus eksekusi hukuman mati seseorang tenaga kerja Indonesia (TKI) Zaini Misrin di Arab Saudi pada Minggu (18/3/2018).

Kementerian Luar Negeri sudah mengajukan beberapa usaha hukum biar Pemerintah Arab Saudi meninjau kembali vonis hukuman mati pada Zaini.

” Kami apresiasi langkah Kementerian Luar Negeri, yang pertama mereka udah minta untuk di tunda, ” tutur Supiadin usai bertemu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/03/2018).

Diluar itu, ia juga mengapresiasi langkah Kemenlu yang melayang-layangkan protes keras pada pemerintah Arab Saudi lewat Duta Besar Arab Saudi utk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi.

Pasalnya, Pemerintah Arab Saudi tidak memberi Mandatory Consuller Notification atau pemberitahuan resmi pada pihak Indonesia sebekum eksekusi dikerjakan.

Tidak cuma itu, gagasannya Duta Besar RI di Arab Saudi akan melakukan nota protes dari Indonesia segera ke Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

” Jadi beberapa langkah yang kita laksanakan mesti tetaplah dikerjakan langkah hukum dengan pendekatan diplomatik dikarenakan memanglah hukum itu berdaulat di negaranya. contoh saja, Indonesia sempat eksekusi mati terpidana narkoba. Negaranya kan sempat minta dipending. Tapi tetaplah kita lakukan. Itu jadi pembanding, ” kata Supiadin.

Terlebih dulu Direktur Perlindungan WNI serta Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lantas Muhammad Iqbal menuturkan, Pemerintah Arab Saudi mengeksekusi Zaini Misrin tanpa ada pemberitahuan resmi terlebih dahulu pada Pemerintah Indonesia.

” Pemerintah Indonesia dikejutkan dengan informasi proses hukuman mati pada Zaini Misrin di Mekkah, ” tutur Iqbal.

Iqbal mengungkapkan, ke-2 negara miliki hubungan yang sangat baik selama berpuluh-puluh tahun. Karenanya, udah sepantasnya Pemerintah Arab Saudi berikan pemberitahuan pada Pemerintah Indonesia terlebih dahulu.

” Terlebih mulai sejak 2015, ada understanding yang didirikan diantara pemimpin jika berlangsung eksekusi sekali lagi, jadi pihak Arab Saudi mau berikan pemberitahuan lewat perwakilan negara di Riyadh ataupun Jeddah, ” tutur Iqbal.

Walau begitu, menurut Iqbal, Pemerintah Indonesia dapat mengerti kebijakan sepihak yang ada di Arab Saudi. Sebab, tidak ada peraturan yang mengharuskan Arab Saudi memberitahu proses eksekusi tersebut.

” Dalam peraturan nasional Pemerintah Arab Saudi, tiada aturan yang mewajibkan Arab Saudi berikan pemberitahuan terhadap perwakilan negara asing dalam soal eksekusi, ” ungkap dia.

Iqbal menjelaskan pemerintah sudah semua upaya untuk membebaskan Zaini Misrin dari eksekusi hukuman mati di Arab Saudi.

Pemerintah lewat kuasa hukum Zaini Misrin sudah melakukan 2 kali permintaan peninjauan kembali (PK) atas masalah yang menjerat tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Bangkalan Madura, Jawa Timur tersebut.

Lantas mulai sejak 2004 yang lalu, kata Iqbal, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi juga sudah mengunjungi penjara tempat Zaini Misrin ditahan sebanyak 40 kali. dan sejak 2011 pemerintah indonesia juga sudah mengirim 2 pengacara untuk Zaini Misrin.

Sepanjang Zaini Misrin ditahan mulai 2004 sampai sebelumnya dieksekusi, udah ada 42 nota diplomatik yang sudah diantar Indonesia ke Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

Bahkan, Presiden Indonesia juga sudah mengantar surat pada Raja Arab Saudi, Raja Salman sebanyak 2 kali, biar kasus Zaini Misrin dapat di tinjau kembali.

Zaini Misrin, warga Bangkalan, Madura, dituduh membunuh majikannya di kota Mekkah pada 2004.

Presiden Joko Widodo juga sudah 2 kali memohon bantuan Raja Salman untuk meninjau kembali kasus pidana yang menjerat WNI itu.

Calon Gubernur JR Saragih Sumut Di Tetapkan Sebagai Tersangka

Calon Gubernur JR Saragih Sumut Di Tetapkan Sebagai Tersangka

Calon gubernur JR Saragih diputuskan jadi tersangka dalam kasus pemalsuan tanda tangan legalisir foto copy ijazah oleh penyidik Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) Medan, Sumatera Utara.

Sentra Gakkumdu adalah pusat penegakan hukum Tindak Pidana pemilihan yang terdiri dari beberapa unsur yakni Bawaslu, Kepolisian serta Kejaksaan.

Penyidik Gakkumdu yang menyelediki masalah pemalsuan JR Saragih temukan bukti-bukti yang kuat kalau legalisir ijazah yang diserahkan JR untuk mendaftar menjadi cagub di duga palsu.

Penetapan status JR Saragih jadi tersangka di sampaikan oleh Pengarah Gakkumdu Andi Ryan yang merupakan Direktur Reserse Kriminil Umum Polda Sumut Komisaris Besar di Sentra Gakkumdu, Medan, Kamis (15/03/2018).

“Berdasarkan dari gelar perkara yang dilakukan hari ini, saudara JR Saragih diputuskan menjadi tersangka dalam kasus memakai surat palsu seperti yang tertara dalam pasal 184 Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 mengenai Pemilihan Kepala Daerah,” kata Andi.

Penyidik mengungkapkan sudah mempunyai bukti kuat dalam pengambilan keputusan JR Saragih jadi tersangka. Diluar itu, penyidik mendapatkan keterangan dari saksi-saksi.

Penyidik, kata Andi, sudah mendapatkan keterangan dari saksi salah satunya dari saksi pelapor, yaitu Nurmahadi Darmawan, saksi dari pihak KPU Sumut yang terima dokumen sang pencalon, dan Sopan Andrianto yang merupakan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Menurut dia, tanda tangan yang di duga dipalsukan itu adalah tanda tangan Sopan Adrianto dalam legalisir ijazah punya JR itu.

” Yang menjadi permasalah yaitu tanda tangan Sopan Adrianto Kepala Dinas Pendidikan DKI,ungkapnya ” .

Selain memeriksa Sopan Adrianto,menurut Andi penyidik juga sudah ambil sampel tandatangan Sopan Adrianto untuk di jadikan bukti.

Andi menyatakan kalau selama ini, JR Saragih adalah tersangka tunggal dalam masalah ini.

” Untuk saat ini, iya. Kita bukan mempersoalkan yang melegalisir, namun siapa yang menggunakannya, ” ungkapnya.

Dugaan pemakaian legalisir palsu ini dilaporkan oleh Nurmahadi Darmawan, yang merupakan seorang pengacara asal medan.

Dalam laporannya, Nurmahadi menyerahkan salinan surat Sekretaris Dinas DKI Jakarta yang menyebutkan tidak sempat melegalisir ijazah JR Saragih.

JR Saragih merupakan bakal Cagub yang diusung oleh partai Demokrat, PKB, serta PKPI bersama Cawagub Ance Selian. Pasangan ini tidak di tetapkan oleh pihak KPU Sumut jadi pasangan Cagub dan Cawagub lantaran legalisir ijazah yang diserahkan tidak sah.

Disamping itu, kuasa hukum JR Saragih Ikhwaludin Simatupang mengaku belum mengetahui bahwa kliennya sudah di tetapkan menjadi tersangka.

” Saya konsultasi terlebih dahulu dengan Pak JR Saragih terhadap langkah selanjutnya, ” tuturnya.

Jenderal Gatot Nurmantyo Memiliki Modal Lebih Dari Prabowo Di Pilpres 2019

Jenderal Gatot Nurmantyo Memiliki Modal Lebih Dari Prabowo Di Pilpres 2019

Jenderal Gatot Nurmantyo Memiliki Modal Lebih Dari Prabowo Di Pilpres 2019

Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo selalu di isukan akan maju serta mendeklarasikan diri menjadi calon Presiden 2019.

Menyikapi hal itu, Sekertaris Jenderal (Sekjen) Hasto Kristiyanto menyikapi dengan enjoy.

Menurut Sekjen, Gatot memiliki hak konstitusional untuk maju serta menjadi calon presiden.

” Iya tiap-tiap warga mempunyai hak konstitusional untuk pilih serta dicalonkan. maka dari itu jadi hak konstitusional untuk Pak Gatot yang kami hormati, tapi rakyatlah yang juga akan menilainya pemimpin mana yang paling baik serta pemimpin mana mempersatukan serta berusaha keras berkerja untuk memajukan Indonesia, ” tutur Hasto di Wisma Kinasih, Jalan Tapos, Kota Depok, Jumat (08/03/2018).

Diluar itu, Hasto menyebutkan partai PDIP sampai saat ini belum membahas yang berkaitan dengan Pak Gatot untuk menjadi pendamping pak Jokowi dalam pilpres capres-cawapres 2019.

Meski dibeberapa survey mengatakan keduanya berpeluang untuk berduet.

” Iya berbagai opsi-opsi belum di perbincangkan. Pemimpin partai terus-menerus mencari sosok paling baik yang mengikuti Pak Jokowi, itu adalah sistem dialog. Serta kelak juga akan berlangsung resultan politik mencari sosok pendamping Pak Jokowi, ” tutur Hasto.

Di ketahui, Nama Gatot kembali masuk dalam list calon presiden Pilpres 2019 sesudah digaungkan mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen.

Gatot di dukung Kivlan karena dimaksud mempunyai banyak modal logistik, bahkan juga lebih dari Prabowo.

Sosok Julianto Yang Sanggup Membuat Veronica Tan Jatuh Cinta

Sosok Julianto Yang Sanggup Membuat Veronica Tan Jatuh Cinta

Sosok Julianto Yang Sanggup Membuat Veronica Tan Jatuh Cinta

Sampai saat ini kasus tentang perceraian Ahok dan Veronica Tan masih berjalan, meski begitu berita Ahok dengan Veronica Tan semakin viral, kabar perselingkuhan Veronica Tan dengan Ahok yang menjadi salah satu alasan retaknya hubungan mereka selama 20 tahun.

Veronica Tan yang di kabarkan berselingkuh dengan seorang lelaki yang bernama Julianto ini bukanlah orang yang biasa, tidak lama nama julianto menjadi sorotan awak media dimana – mana, dan Julianto pun saat ini menjadi orang yang sangat di cari-cari dari elemen mana saja, mulai dari media, kerabat Ahok, Fans Ahok, Keluarga Ahok.

Julianto Dikabarkan bukanlah orang biasa, ia di kabarkan merupakan pemilik PT Tio Niaga Jaya Lestari. Akan tetapi Pemilik PT Tio Niaga Jaya Lestari itu menghilang saat kasus perselingkuhannya dengan Veronica Tan beredar hingga Ahok menggugat cerai istrinya.

Meski sama sama mengetahui sudah memiliki pasangan hidup resmi dan memiliki anak ntah mengapa keduanya antara Veronica Tan dan Julianto Tio bisa saling jatuh cinta.

Dan Entah apa yang membuat sosok Veronica yang di kenal publik selama ini ramah dan baik, bisa jatuh cinta sosok seorang Julianto yang sudah di ketahui memiliki istri dan anak.

Begitu juga sosok Julianto yang belum di ketahui mengapa bisa jatuh cinta dengan sosok Veronica Tan yang sudah di kenal banyak orang dan pabrik figur yang merupakan istri Ahok.