Polri Copot Kapolres Banggai Usai Pembubaran Paksa Ngaji

Polri Copot Kapolres Banggai Usai Pembubaran Paksa Ngaji

Polri ambil langkah tegas perihal masalah pembubaran paksa pengajian ibu-ibu di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. mulai hari ini,Di karenakan salah menggunakan wewenangnya Kapolres Banggai AKBP Heru Pramukarno dicopot dari jabatannya.

” Hari ini saya memperoleh informasi dari Asisten SDM, kapolresnya dicopot guna melakukan pemeriksaan selanjutnya oleh paminal propram, ” ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto sewaktu di Perpusnas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (24/3/2018).

Setyo menjelaskan, pencopotan itu dilaksanakan sehabis penyidik Paminal Propam Polri temukan adanya tanda-tanda pelanggaran dalam pembubaran massa selagi mengawal eksekusi lahan di Luwuk, Banggai beberapa hari yang lalu.

Cuma saja, Setyo malas menjelaskan apa yang dilanggar polisi saat itu. ” Telah ada tanda-tanda (pelanggaran). Tidak sesuai sama prosedur yang dilaksanakan. Ada banyak hal, ” ucap dia.

Jenderal bintang dua itu menerangkan, Polri mempunyai prosedur tetaplah dalam rencana membubarkan massa. Pembubaran massa terlebih dahulu mesti dilaksanakan dengan persuasif dengan mengutamakan dialog.

” Kita mempunyai SOP dikala membubarkan, pertama ada negosiasi dahulu. Setelah negosiasi kita melaksanakan pendekatan-pendekatan dengan humanis, ” kata Setyo.

Bukan itu saja, Polri juga tidak bisa memakai gas air mata dengan asal-asalan utk membubarkan massa. Alat itu cuma dapat dilaksanakan pada keadaan spesifik.

” Ketika itu tidak dilaksanakan kita tidak bisa segera melaksanakan penembakan gas air mata. Itu ada prosedurnya, ” tegas dia.

Polda Sulawesi Tengah menolak jajarannya sudah melakukan pembubaran paksa pada ibu-ibu pengajian di Luwuk, Kabupaten Banggai. Polda Sulteng mengklaim, pembubaran itu sudah sesuai sama prosedur.

” Semua kan ada hasilnya. Menurut saya, pengamanan serta pengawalan eksekusi itu bukanlah pembubaran paksa, tetapi langkah yang telah sesuai sama prosedur, ” tutur Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hery Murwono lewat info tertulisnya, Sabtu (24/3/2018).

Hery memaparkan, berita pembubaran pengajian yang viral di sosial media itu terkait dengan eksekusi lahan di Tanjung Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulteng beberapa waktu waktu lalu. Polri, lanjut dia, sudah lakukan mediasi tentang eksekusi lahan itu.

” Ini dengan diawali persiapan, imbauan, arahan, nasehat, serta mediasi dan sikap tingkah laku papar bhs yang sopan santun, tapi tdk dihiraukan serta tersulut pihak yang bisa punya harapan timbulnya masalah, ” kata Hery.