Video Viral Kekerasan Polisi Aniaya Juniornya di Gorontalo

Video Viral Kekerasan Polisi Aniaya Juniornya di Gorontalo

Warga Gorontalo kembali digemparkan dengan beredarnya video kekerasan yang dilakukan oleh oknum polisi senior pada juniornya.

Video tersebut memperlihatkan bagaimana oknum polisi senior menampar serta menendang sebagian juniornya sampai kesakitan. Atas Masalah kekerasan ini Bid Propam Polda Gorontalo menyelediki terkait video yang beredar.

Dalam video tersebut, tampak dengan terang bagaimana tindakan seseorang yang disangka anggota polisi yang berbaju preman. sebagai pelaku yang melakukan penganiayaan lewat cara menampar berkali-kali muka beberapa anggota polisi lain yang masih jadi juniornya.

Ironisnya, tanpa ada belas kasihan lihat keadaan juniornya yang meringis kesakitan, anggota senior ini kembali melayang-layangkan sepakan ke sisi perut hingga sang junior sampai terjatuh. Dalam video yang sama dipertunjukkan, tindakan kekerasan juga dikerjakan pada sebagian anggota junior yang lain yang terlihat berbaris pada dinding kamar.

Masalah ini mencuat sesudah korban atas nama Bripda IY, memberikan laporan peristiwa yang menimpanya itu ke Sentra Service Kepolisian Terpadu Polda Gorontalo, pada Minggu, 25 Maret 2018, tempo hari.

Dari laporan itu terungkap peristiwa kekerasan yang menerpa korban serta sebagian rekanannya sesama enam bintara baru, berlangsung pada Sabtu, 24 Maret 2018, jam 19. 00 Wita. Momen itu berlangsung waktu mereka tengah membuat acara syukuran dirumah korban.

Namun lebih kurang jam 21. 00 Wita, korban dijemput oleh Bripda HM, lantas dibawa ke tempat tinggal seniornya atas nama Bripda ST, anggota Dit Sabhara Polda Gorontalo. Saat tersebut tindakan kekerasan itu berlangsung.

Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Wahyu Tri Cahyono, membetulkan kalau sang tersangka pelaku yang menganiaya dan korban keduanya adalah anggota Polda Gorontalo. Menurut dia sekarang masalah ini tengah di tangani oleh Ditpropam Polda Gorontalo.

Menurut Wahyu, Kapolda Gorontalo, Brigjen Racmat Fudail, telah memerintahkan supaya beberapa pelaku atau pelaku lainnya yang ikut serta dalam kekerasan ini, untuk di proses juga sesuai dengan hukum yang berlaku. Beberapa pelaku akan di proses terkait pidana penganiayaan dan terancam sangsi disiplin.

Wahyu menyanggah apabila tindakan kekerasan itu dikatakan sebagai kebiasaan yang telah umum dikerjakan oleh anggota polri. “Itu yaitu perilaku pribadi yang dikerjakan oleh oknum anggota Polri pada sebagian anggota juniornya. Yang pasti hal semacam ini telah dikerjakan penindakan sesuai sama ketetapan yang berlaku, ” kata Wahyu, waktu didapati di kantornya, Senin (26/3/2018).

Sampai berita ini di turunkan, baik pelaku ataupun korban telah di mintai info oleh pihak Bidpropam Polda Gorontalo. Akan tetapi belumlah ada satu juga pelaku yang ditahan.

Leave a Reply